Hari Bumi 2021

Hari Bumi adalah tanda kelahiran Gerakan Modern pada tahun 1970. Untuk menyuarakan kesadaran demi menyalurkan energi gerakan anti terhadap pencemaran dan memprioritaskan masalah lingkungan, seperti yang dilakukan oleh Senator AS Gaylord Nelson. Bersama 20 juta orang America turun ke jalan, taman, pantai dan auditorium untuk aksi demonstran, setelah menyaksikan kerusakan akibat tumpahan minyak besar-besaran tahun 1969.
Di Indonesia walaupun masih dihantui oleh Wabah Pendemi Covid-19, pemerintah tetap manjalankan tugasnya, seperti menglegalkan Limba B3 menjadi kategori tidak berbahaya.

Ironisnya pemerintah Indonesia di tengah wabah pendemi covid-19, jenis limbah batu bara (fly ash dan bottom ash) yang notabenenya menjadi kategori Limbah Berbahaya dan Beracun (B3) tertuang dalam “Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup” menjadi kategori tidak berbahaya.

Padahal sebelumnya, pada Pasal 54 Ayat 1 Huruf a PP Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun disebutkan bahwa fly ash (FABA) dari pembakaran batu bara pada kegiatan PLTU masuk kategori limbah B3.

Akhirnya satu persatu manfaat Omnibus Law pun keluar, FABA tak masuk lagi kategori limbah berbahaya dan beracun (B3). Keputusan pemerintah yang gegabah ini menuai protes bebagai kalangan. Masyarakat menilai regulasi ini gegabah serta kabar buruk bagi lingkungan hidup.

“Keputusan pemerintah ini hanya mempertimbangkan keuntungan, sedangkan resiko kesehatan, sosial serta lingkungan hidup dibebankan pada masyarakat dan alam. Memang dalam konteks perekonomian Indonesia, batu bara nadi penerimaan pajak, tapi sampai sekarang Kementerian Keuangan hanya merilis wajib pajaknya bukan seberapa besar kontribusi sektor batubara” ungkap Eunike Parera, Pembina Komunitas Kolektif Sahabat Tangkoko, di sela-sela kegiatan pemilahan sampah di TWA Batuputih.

Semoga kegiatan Hari Bumi 2021 menjadi refleksi bagi saya dan teman – teman agar lingkungan hidup tetap terjaga dari kerusakan apapun. Semangat untuk Bumi ” Bumi Sehat, Kita Selamat”. ungkap Tinungki, penanggung jawab Komunitas Keloktif Sahabat Tangkoko, ketika diwawancarai pada Diskusi Lingkungan – Rabu/21/21. (Dee)

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai